NAMA : Sherley Ajeng Pratiwi
NIM : 1510051
MATA KULIAH : IDK
1
PRODI/KELAS : S1
TINGKAT 1
FASILITATOR : Nisha
Dharmayanti R., S.Kep., Ns., M. Si.
Resume Pemenuhan Kebutuhan
Oksigenasi Sesuai Tumbuh Kembang
Oksigenasi Sesuai Tumbuh Kembang
1. Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Sistem
kardiovaskuler merupakan organ sirkulasi darah yang terdiri dari jantung,
komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan
suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam
proses metabolisme tubuh. Jantung sebagai pusat system kardiovaskuler terletak
di sebelah rongga dada (cavum thoraks). Berat pada orang dewasa sekitar 250-350
gram.
Jantung berbentuk seperti pir/kerucut seperti piramida terbalik.Posisi
jantung berada di :
- (superior-posterior:Costa -II) berada di
atas disebut basis
- Apeks ( anterior-inferior ICS – V mid
clavikula) bawah.
- Pada basis jantung terdapat aorta, batang
nadi paru, pembuluh balik atas dan bawah.
Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:
a.
Dinding
depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis setinggi kosta III-I.
b.
Samping
berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
c.
Atas
setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta pulmonalis,
brongkus dekstra dan bronkus sinistra.
d.
Belakang
alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes, vena azigos, dan
kolumna vetebrata torakalis.
e.
Bagian
bawah berhubungan dengan diafragma
Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung :
a.
Umur:
Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun
kebawah
b.
Bentuk
rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC) menahan batas jantung
menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat
c.
Letak
diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah
jantung ke atas
d.
Perubahan
posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.
Yang dibedakan
|
Vena
|
Arteri
|
Tempat
|
Dekat permukaan tubuh, kebiru-biruan
|
Agak kedalam, tersembunyi
|
Dinding pembuluh
|
Tipis,tidak elastis
|
Tebal,kuat,elastis
|
Aliran darah
|
Menuju jantung
|
Dari jantung
|
Denyut
|
Tidak terasa
|
Terasa
|
Katup
|
Disepanjang pembuluh
|
Hanya di satu tempat dekat jantung
|
Jika terluka
|
Tidak memancar,hanya menetes
|
Darah memancar ke luar
|
|
Bagian-bagian
pelindung jantung
|
|
1. Luar/epikardium
: Berfungsi sebagai pelindung jantung atau merupakan kantong pembungkus
jantung yang terletak di mediastinum minus dan di belakang korpus sterni
dan rawan iga II- IV.
2. Tengah/miokardium
: Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria.
·
Susunan miokardium yaitu:
a. Otot
atria
b. Otot
ventrikuler
c. Otot
atrioventrikuler:
|
|
3. Dalam/pericardium : Dinding dalam atrium yang diliputi
oleh membrane yang mengkilat yang terdiri dari jaringan endotel atau
selaput lendir
|
|
|
Adapun jantung terdiri dari 4
ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium (serambi) dan 2 berdinding tebal
disebut ventrikel (bilik).
Atrium
Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah
rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan
melalui katub dan selanjutnya ke paru. Atrium kiri menerima darah
yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian
darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh
melalui aorta.Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.
Ventrikel
Ventrikel kanan menerima darah dari atrium
kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis. Ventrikel kiri
menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta,
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.
|
Katup-katup
Jantung
|
|
Katup
Semilunar
Kedua
katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang
simetris. Katup
ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri
selama sistole dan mencegah aliran balik pada waktu diastole. Pembukaan
katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana
tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri.
|
|
1 Katup
Atrioventrikuler
· Terletak
antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup (trikuspid). Sedangkan
katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua
buah daun katup (Mitral). Memungkinkan
darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah
aliran balik pada fase sistolik.
|
Tekanan
Darah
Pada saat Sistol jantung berkontraksi
memompa darah dan keluar dari jantung yaitu dari ventrikel kanan ke paru-paru
dan ventrikel kiri ke seluruh tubuh. Pada saat Diastol ruang jantung megendur
dan berisi darah. Dan semua prose situ akan terus terjadi selama manusia itu
hidup.
Fungsi umum otot jantung yaitu
·
Sifat ritmisitas/otomatis: secara
potensial berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar.
·
Mengikuti hukum gagal atau tuntas:
impuls dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan
berkontraksi maksimal.
·
Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang
awal otot.
Sistem Konduksi Jantung
1. SA node: Tumpukan jaringan neuromuscular
yang kecil berada didalam dinding atrium kanan di ujung Krista terminalis.
2.
AV node: Susunannya sama dengan SA node
berada di dalam septum atrium dekat muara sinus koronari.
3. Bundle atrioventrikuler: dari bundle AV
berjalan ke arah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars membranasea
septum interventrikulare.
4. Serabut penghubung terminal(purkinje):
Anyaman yang berada pada endokardium menyebar pada kedua ventrikel.
2. Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan
Pernapasan adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang
mengandung (oksigen) ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak
mengandung CO2(karbondioksida) sebagai sisa metabolisme.
Penghisapan udara ini disebut inspirasi
dan menghembuskan udara disebut ekspirasi.
Anatomi
Pernapasan
Pembagian
Saluran Sistem Pernapasan
1. Pernapasan Atas
a. Hidung
Merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua
lubang(cavum nasi), dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). Didalam terdapat
bulu-bulu(silia) yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran-kotoran
yang masuk kedalam lubang hidung.
1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit
2. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan.
3. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir(mukosa) yang
berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis)
Fungsi Hidung
1.
Warming (penyesuaian suhu udara luar ke
suhu dalam paru)
2.
Humidifying (penyesuain kelembaban udara
dari rendah ke 100%)
3.
Filtering (melaksanakan filter terhadap
debu yang berukuran 5 mikron ke atas)
4.
Defence (pertahanan terhadap masuknya
baksil yang ikut masuk bersama udara)
b. Faring
Merupakan tempat persimpangan antara jalan
pernapasan dan jalan makanan.
Ke bawah terdapat dua lubang, ke depan lubang laring, ke belakang lubang
esofagus. Di sebelah belakang terdapat epiglotis
( empang tenggorok) yang berfungsi menutup laring pada
waktu menelan makanan.
Faring
terdapat 3 bagian :
· Bagian
sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasofaring.
· Bagian
tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
· Bagian
bawah sekali dinamakan laringgofaring.
c. Laring
Merupakan saluran
udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring
sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya.
Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh sebuah empang
tenggorok yang disebut epiglotis, yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang
berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring.
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain:
1.
Kartilago
tiroid (1 buah) depan jakun sangat jelas terlihat pada pria.
2. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker
3. Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin
4. Kartilago epiglotis (1 buah).
d. Trakea (Batang Tenggorokan)
Merupakan lanjutan dari laring yang terbentuk oleh 16-20 cincin yang
terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda. Sebelah dalam diliputi oleh
selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia,hanya bergerak
kearah luar. Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan
ikat yang dilapisi oleh otot polos.Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan
benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. Yang
memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.
2. Pernapasan Bawah
a. Bronkus
Bronkus
atau cabang tenggorokan merupakan lanjutan dari trakea, ada 2 buah yang
terdapat pada ketinggian vertebra torakalis IV dan V, mempunyai struktur
serupadengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus ini berjalan
ke bawah dan kesamping kea rah tampuk paru-paru. Bronkus kanan lebih pendek dan
lebih lebih besar daripada bronkus kiri, terdiri dari 6-8 cincin, mempunyai 3
cabang. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping daripada bronkus kanan,
terdiri dari 9-12 cincin, mempunya 2 cabang. Bronkus bercabang-cabang, cabang
yang lebih kecil disebut bronkiolus.
b. Bronkiolus
Merupakan
cabang dari bronchus sekunder yang dibagi kedalam saluran-saluran kecil yaitu
c.
bronchiolus terminal (dilapisi cilia)
d.
bronchiolus respirasi (difusu)
e.
Kedua bronchiolus ini mempunyai diameter
< 1 mm.
f.
Dari Bronchioli respiratorius
selanjutnya menuju ductus alviolus dan ke alvioli.
c. Paru- paru
Paru-paru
merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung
(gelembung hawa,alveoli). Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih
700.000.000 buah (paru-paru kiri dan kanan). Paru-paru dibagi menjadi dua yaitu
paru-paru kanan yang terdiri dari 3 lobus (lobus pulmo dekstra superior,lobus
medial,dan lobus dekstra inferior). Tiap lobus tersusu atas lobules. Paru-paru
kiri mempunyai 2 lobus (pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior).Tiap-tiap
lobus terdiri dari belahan yang lebih keci bernama segmen. Paru-paru kiri
mempunyai 10 segmen yaitu 5 segmen pada lobus superior,5 buah segmen pada
inferior. Paru-paru kanan mempunyai 10 segmen yaitu 5 segmen pada lobus
superior,2 segmen pada lobus medial,dan 3 segmen pada lobus superior. Tiap-tiap
segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobules.
Pleura
Merupakan lapisan tipisyang mengandung kolagen dan
jaringan elastis. Terbagi menjadi 2:
1.
Pleura
perietalis yaitu yang melapisi rongga dada
2.
Pleura
viseralis yaitu yang menyelubungi setiap paru-paru.
d. Alveoli
Alveoli adalah struktur anatomi yang memiliki bentuk
berongga. Terdapat pada parenkim paru-paru, yang merupakan ujung dari saluran
pernapasan, dimana kedua sisi merupakan tempat pertukaran udara dengan darah.
Struktur Alveoli
Alveoli terletak di zona pernapasan paru-paru, di terminasi distal dari duktus alveolar dan atrium. Kantung udara ini adalah membentuk dan pemutusan titik saluran pernapasan. Mereka menyediakan total luas permukaan sekitar 100 m2. Alveoli mengandung beberapa kolagen dan serat elastis. Serat elastis memungkinkan alveoli untuk meregangkan karena mereka penuh dengan udara selama inhalasi. Mereka kemudian bangkit kembali selama pernafasan untuk mengusir udara yang mengandung karbon dioksida. Sepasang paru-paru manusia mengandung sekitar 700 juta alveoli, memproduksi 70m² luas permukaan. Setiap alveolus dibungkus fine mesh kapiler yang mencakup sekitar 70% dari wilayahnya. Sebuah alveolus dewasa memiliki diameter rata-rata 200 mikrometer, dengan peningkatan diameter selama inhalasi. Alveoli terdiri dari lapisan epitel dan matriks ekstraselular dikelilingi oleh kapiler. Dalam beberapa dinding alveolar ada pori-pori antara alveoli disebut Pori-pori Kohn.
Fisiologi Pernapasan
Fisiologi
Pernafasan Ada tiga langkah dalam
proses oksigenasi, yakni : ventilasi, perfusi dan difusi( Potter &Perry,
2006).
a. Ventilasi
Ventilasi merupakan proses
untuk menggerakan gas kedalam dan keluar paru-paru.Ventilasi
membutuhkan koordinasi otot paru dan throak yang elastic dan persarafanyang
utuh. Otot pernapasan yang utama adalah diagfragma(Potter & Perry, 2006).Ventilasi
adalah proses keluar masuknya udara dari dan ke paru-paru, jumlahnyasekitar 500
ml. Udara yang masuk dan keluar terjadi kare.na adanya perbedaantekanan antara
intrapleural lebih negative (752 mmHg) daripada tekanan atmofer (760mmHg)
sehingga udara akan masuk ke alveoli.
b. Perfusi
Perfusi paru adalah gerakan darah yang melewati sirkulasi
paru untuk dioksigenasi, dimana pada sirkulasi paru adalah darah dioksigenasi
yang mengalir dalam arteri pulmonaris dri ventrikel kanan jantung. Darah ini memperfusi paru bagian respirasidan ikut serta dalam proses pertukaran
oksigen dan karbon dioksida di kapiler danalveolus. Sirkulasi paru merupakan
8-9% dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifatfleksibel dan dapat mengakodasi
variasi volume darah yang besar sehingga dapatdipergunakan jika sewaktu-waktu
terjadi penurunan volume atau tekanan darahsistemik.
c. Difusi
Difusi merupakan gerakan molekul dari suatu daerah dengan
konsentrasi yang lebihtinggi kedaerah degan konsentrasi yang lebih rendah.
Difusi gas pernafasan terjadi dimembrane kapiler alveolar dan kecepatan difusi
dapat dipegaruhi oleh ketebalanmembrane(Potter & Perry, 2006).
Proses
Oksigenasi
Pengertian
pernafasan atau respirasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang
mengandung oksigen serta menghembuskan udara yang banyak mengandung
karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Menusia dalam
bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke
lingkungan.
Mekanisme Pernafasan Dibedakan
menjadi 2, yaitu Pernafasan Dada dan Pernafasan Perut.
a. Pernafasan dada
a. Pernafasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan
yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai
berikut :
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa
berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya
tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga
udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan
fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang
dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan
luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernafasan perut
b. Pernafasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan
yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa
berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan
dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara
luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan
fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh
turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya,
tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar,
sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Tanda
dan Gejala Gangguan Oksigenasi
1.
Adanya penurunan tekanan
inspirasi/ekspirasi
2.
Penurunan ventilasi permenit
3.
Penggunaan otot nafas tambahan
4.
Pernafasan cuping hidung (faring)
5.
Dispnea
6.
Ortopnea
7.
Nafas pendek
8.
Posisi tubuh 3 point
9.
Nafas dengan bibir
10.
Ekspirasi memanjang
11.
Peningkatan diameter anterior
12.
Frekuensi nafas kurang
13.
Penurunan kapasitas vital
14.
Takikardi
15.
Hiperkapnea
16.
Kelelahan
17.
Somnolen
18.
Iritabilitas
19.
Hipoksia
20.
AGS abnormal
21.
Sianosis
22.
Warna kulit abnormal
23.
Sakit kepala ketika bangun
24.
Hiperkarbia
25.
Abnormal frekuensi
26.
Irama
27.
Kedalaman nafas
Proses
Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Pemberian oksigen merupakan suatu
tindakan keperawatan dengan cara memberikan oksigen ke dalam paru-paru melalui
saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen
dapat dilakukan melalui kanul nasal,kateter nasal atau masker dengan tujuan
memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya hipoksia (kekurangan O₂
didalam jantung).
Macam-macam
Masker :
1.
Kateter nasal à
diberikan biasanya 1-6 liter/mnt
2.
Nasal kanul à
diberikan antara 1-6 liter/mnt
3.
Masker
a. Masker dengan sungkup muka sederhana
(simple fask mask) à pemberian 5-8 liter/mnt
b.
Masker dengan kantong reservoir
(rebirthing) à
pemberian 8-12 liter/mnt
c. Masker dengan tanpa kantong (non
reservoir/rebirthing) à pemberian 10-12 liter/mnt
Prosedur Kerja
Kateter
nasal
1. Jelaskan prosedur yang akan diberikan
2. Cuci tangan
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan
kecepatan yang dibutuhkan,biasanya 1-6 liter/menit. Kemudian observasi
humidifier dengan melihat air bergelembung.
4.
Atur posisi dengan semi-fowler
5.
Ukur kateter nasal dimulai dari lubang
telingan sampai ke hidung dan berikan tanda
6.
Buka saluran udara dari tabung oksigen
7.
Berikan minyak pelumas/jeli
8.
Masukkan ke dalam hidung sampai batas
yang ditentukan
9.
Lakukan pengecekan kateter apakah sudah
masuk atau belum dengan menekan lidah pasien menggunakan spatele (akan terlihat
posisinya dibelakang uvula)
10.
Fiksasi pada daerah hidung
11.
Periksa kateter nasal setiap 6-8 jam
12.
Kaji cuping,septum,dan mukosa hidung
serta periksa kecepatan aliran oksigen setiap 6-8 jam
13.
Catat kecepatan aliran oksigen, rute
pemberian,dan respons klien
14.
Cuci tangan setelah procedure dilakukan
Kanula
Nasal
1.
Jelaskan prosedur yang akan diberikan
2.
Cuci tangan
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan
kecepatan yang dibutuhkan,biasanya 1-6 liter/menit. Kemudian observasi
humidifier pada tabung dengan adanya gelembung air.
4.
Pasang kanula nasal pada hidung dan atur
pengikat untuk kenyamanan pasien
5.
Periksa kanula tiap 6-8 jam
6.
Kaji cuping,septum,dan mukosa hidung
serta periksa kecepatan aliran oksigen setiap 6-8 jam
7.
Catat kecepatan aliran oksigen, rute
pemberian,dan respons klien
8.
Cuci tangan setelah procedure dilakukan
Masker
Oksigen
1.
Jelaskan prosedur yang akan diberikan
2.
Cuci tangan
3.
Atur posisi dengan semi-fowler
4. Atur aliran oksigen sesuai dengan
kecepatan yang dibutuhkan,biasanya 6-10 liter/menit. Kemudian observasi
humidifier pada tabung air yang menunjukkan adanya gelembung.
5. Tempatkan masker oksigen diatas mulut
dan hidung pasien dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien
6. Periksa kecepatan aliran tiap 6-8
jam,catat kecepatan aliran oksigen,rute pemberian,dan respons klien
7.
Cuci tangan setelah procedure dilakukan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar