NAMA : Sherley Ajeng Pratiwi
NIM : 1510051
MATA KULIAH : IDK
1
PRODI/KELAS : S1
TINGKAT 1
FASILITATOR : Nisha
Dharmayanti R., S.Kep., Ns., M. Si.
Resume Konsep SEL
Kehidupan
sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme
1. Introduksi sel
Sel
merupakan tingkatan struktur terendah yang mampu melakukan semua aktivitas
kehidupan.Semua organisme terbentuk dari sel, yaitu unit dasar dari struktur
dan fungsi organisme tersebut. Robert Hooke, seorang saintis Inggris, pertama
kali menerangkan dan menamakan sel pada tahun 1665, ketika ia meneliti suatu
irisan dari gabus (kulit batang dari pohon oak dengan menggunakan mikroskop
yang memiliki perbesaran 30 kali. Walaupun meyakini bahwa kotak kecil, atau
‘sel’, yang ia lihat hanya dimiliki oleh potongan gabus tersebut, Hooke tidak
pernah menyadari betapa pentingnya penemuannya ini.
2. Ultra Struktur Sel
a. Membran
plasma
b. Sitoplasma
c. Nukleus
d. Organel
3. Jenis Sel
Berdasarkan ada tidaknya selubung inti
, maka sel dibagi atas sel prokariotik dan sel eukariotik.
PERBEDAAN
SEL
|
||
NO
|
SEL
PROKARIOTIK
|
SEL
EUKARIOTIK
|
1.
|
Tidak ada membran yang memisahkan nukleus dari
sitoplasma.
|
memiliki membran yang memisahkan sitoplasma dengan inti
sel.
|
2.
|
Pembelahan sel secara sederhana tanpa
melalui tahap-tahap seperti mitosis.
|
Pembelahan
inti sel melalui tahap-tahap yang dikenal dengan mitosis.
|
3.
|
Memiliki
DNA yang lebih sederhana,lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida.
|
Memiliki
DNA yang lebih kompleks, lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida.
|
4.
|
Proses regulasi
sintesis protein lebih sederhana.
|
Proses regulasi
sintesis proteinnya lebih kompleks.
|
4. Fungsi spesifik sel
NO
|
BAGIAN
SEL
|
FUNGSI
SPESIFIK
|
1.
|
Membran Sel
|
Berfungsi
untuk membatasi dinding sel dengan inti sel.
|
2.
|
Inti Sel
|
Berfungsi
mengendalikan metabolism sel
|
3.
|
Sitoplasma
|
Berfungsi
tempat berlangsungnya metabolisme
|
4.
|
Sitoskeleton
|
Berfungsi
sebagai pemberi bentuk sel
|
5.
|
Ribosom
|
Berfungsi
sebagai tempat pembuatan protein (sintesis protein)
|
6.
|
Retikulum Endoplasma
(RE)
|
Sebagai
tempat untuk sintesis protein dan sintesis lemak
|
7.
|
Badan Golgi
|
Badan
Golgi berfungsi mengatur pergerakan berbagai jenis protein
|
8.
|
Lisosom
|
Lisosom
berfungsi menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melalui
endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom.
|
9.
|
Peroksisom
|
Berfungsi
mengasilkan enzim oksidatif dan enzim katalase
|
10.
|
Mitokondria
|
Berfungsi
sebagai tempat terjadinya respirasi sel menghasilkan energi
|
5. Transport Trans Membran
Transpor
pasif, yaitu transportasi yang tidak membutuhkan energi,
transportasi ini terjadi secara spontan dari zat yang berkonsentrasi tinggi ke
zat yang memiliki konsentrasi rendah. Transpor pasif ada beberapa macam, yaitu:
o) Difusi, yaitu peristiwa berpindahnya
zat pelarut dari yang berkonsentrasi tinggi ke zat yang memiliki
konsentrasi rendah. Proses perpindahan ini akan berhenti ketika kerapatan dalam
ruangan menjadi rata. Analisa proses difusi adalah seperti menyebarnya molekul
gula pada cairan teh yang tawar.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan proses difusi, yaitu :
·
Ukuran partikel, semakin kecil bentuk
partikel maka proses difusi akan semakin
cepat
·
Ketebalan membran, semakin tebal lapisan
membran maka proses difusi akan semakin lambat
·
Suhu, semakin tinggi suhu suatu partikel
maka proses difusi akan semakin cepat
·
Luas suatu area, semakin luas area
difusi maka proses difusi akan semakin cepat.
Transpor
aktif
yaitu transportasi yang
membutuhkan energi, dan transportasi ini melawan gradien konsentrasi. Transpor
ada beberapa macam, yaitu:
o) Pompa kalium - natrium.
Ion kalium penting untuk mempertahankan
muatan listrik yang berfungsi untuk memacu transpor aktif zat zat lain.
Sebenarnya ion kalium dan natrium dapat melewati membran, namun karena ion
kalium diluar sel mempunyai konsentrasi rendah sedangkan didalam sel mempunyai
konsentrasi yang tinggi dan sebaliknya ion natrium di dalam sel memiliki
konsentrasi yang rendah sedangkan di luar sel memiliki konsentrasi yang
tinggi maka untuk menukar 2 ion kalium dengan 3 ion natrium dan
memasukkan semua ion kalium ke dalam sel membutuhkan energi ATP.
Proses
pompa kalium - natrium dimulai dari berubahnya protein intergal (protein
pembawa) yang memungkinkan ion 3 natrium untuk masuk kedalan protein itu.
Kemudian enzim akan memecah ATP dan fosfat akan menempel pada protein. Proses
pemecahan energi ATP mengubah bentuk protein yang memungkinkan keluarnya ion
natrium dan masuknya ion 2 kalium. Kemudian protein intergal melepaskan fosfat
yang menempel pada protein dan bentuknya pun berubah menjadi membuka ke dalam
lalu ion kalium keluar dari protein dan masuk ke dalam sel.
o) Endositosis
Endositosis
adalah proses pemasukan partikel atau cairan ke dalam sel melalui membran.
Endositosis terbagi menjadi dua, yaitu :
- Fagositosis : Proses dimana membran plasma membungkus partikel
yang berukuran kurang dari 250 nm yang berada di luar sel dan menangkapnya
dalam suatu vakuola makanan ( vakuola makanan yang terbentuk pada proses
fagositosis disebut fagosom ). Contoh proses fagositosis adalah sel amoeba yang
memakan bakteri.
- Pinositosis : Proses dimana suatu sel memakan zat cair yang berukuran
kurang dari 150 nm. Caranya, sel akan mengelilingi cairan yang akan dimakan
lalu membentuk sebuah gelembung dan disimpan dalam suatu vakuola yang disebut
pinosom.
o) Eksositosis
Eksosotosis adalah proses pengeluaran
zat yang tidak diperlukan di dalam sel melalui membran pada peristiwa sekresi (
proses keluarnya zat cair melalui kelenjar ). Caranya zat akan di masukkan ke
dalam vakuola lalu berjalan menuju tepi sel. Setelah berada di tepi membran itu
akan membuka dan zat zat tersebut akan keluar dari sel
6. Reproduksi Sel
A.
Pembelahan
Amitosis
Pembelahan
amitosis merupakan pembelahan sel yang tidak melalui urutan tahap-tahap
tertentu. Pada pembelahan ini nucleus langsung membelah menjadi dua lalu
didistribusikan pada sel anak tanpa
didahulai oleh pembentukan benang spindle, peleburan membrane inti,
penampakan kromosom, atau ciri lain. Contoh pembelahan ini terjadi pada
bakteri,Amoeba,Paramecium,atau alga biru.
B. Pembelahan Mitosis
Pembelahan
mitos merupakan pembelahan sel yang melalui melalui tahap-tahap pembelahan
tertentu, yaitu : profase,metaphase,anafase,dan telofase (PMAT). Tahap-tahap
yang berlangsung pada pembelahan mitosis adalah sebagai berikut :
1.
Profese
:
Tahap ini merupakan fase pembelahan mitosis yang paling lama dan paling banyak
memerlukan energi.
2.
Metafase
: Pada tahap ini kromosom terletak berjajar
pada bidang ekuator. Bagian sentromer kromosom berikatan dengan kinetokor yang
berhubungan dengan benang spindel. Pada fase ini kromosom tampak paling jelas
terlihat sehingga jumlahnya mudah diidentifikasi. Metafase adalah tahap yang
memerlukan energi terkecil dan waktu yang paling singkat.
3.
Anafase : Saat anafase sentromer membelah, lalu benang spindel
menarik kromosom menuju kutub sel yang berlawanan. Pergerakan kromosom tersebut
dipengaruhi oleh enzim dynein.
4.
Telofase :
Pada tahap ini terjadi peristiwa sebagai berikut:
·
Kromosom
berubah menjadi benang kromatin
·
Membran
inti dan nukleolus terbentuk kembali
·
Terjadi
sitokinesis (pembagian sitoplasma) sehingga dihasilkan dua sel yang identik
dengan sel semula
C. Pembelahan Meiosis
Pengertian Meiosis adalah proses pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel
kelamin dari organisme yang mengadakan reproduksi secara generatif atau
seksual. Pada dasarnya meiosis terdiri atas sekali duplikasi kromosom (DNA)
yang dikuti oleh dua kali pembelahan (tanpa replikasi DNA), sehingga pada
akhirnya dihasilkan sel-sel haploid.
7. Genetika
Sebelum menjadi
individu baru, baik pada tumbuhan maupun hewan, tentunya diperlukan bahan baku
atau cikal bakal pembentuk individu baru tersebut. Gametogenesis melibatkan
pembelahan meiosis dan terjadi pada organ reproduktif. Pada hewan dan manusia,
gametogenesis terjadi pada testis dan ovarium, sedangkan pada tumbuhan terjadi
pada putik dan benang sari. Hasil gametogenesis adalah sel-sel kelamin, yaitu
gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum atau sel telur).
1.
Gametogenesis pada Hewan
Gametogenesis memegang
peranan yang sangat penting dalam perkembangbiakan hewan. Gametogenesis pada
hewan yang akan kita pelajari dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses
pembentukan gamet jantan (sperma). Sementara oogenesis adalah proses pembentuk
an gamet betina (ovum atau sel telur).
2.
Gametogenesis pada Tumbuhan Tingkat Tinggi
Sebelum menjadi gamet,
hasil akhir meiosis pada gametogenesis mengalami perkembangan terlebih dahulu
melalui proses yang dise-but maturasi. Berikut ini kalian akan membahas proses
gametogenesis pada tumbuhan berbunga (Angiospermae) saja. Pada tumbuhan
berbunga, gametogenesis diperlukan dalam pem-bentukan gamet jantan dan
pembentukan gamet betina. Pembentukan gamet jantan disebut mikrosporogenesis, sedangkan pembentukan gamet betina disebut megasporogenesis.
3
. Pewarisan Sifat dan Variasi Genetis
A.
Pindah
Silang
Telah
dijelaskan di depan bahwa sel kelamin membelah secara meiosis. Pada profase I,
kromosom homolog muncul pertama kali sebagai pasangan. Kromosom-kromosom
homolog ini saling bersilangan pada kiasmata. Pada kiasmata inilah terjadi
pindah silang (crossing over) materi genetik dari kromosom satu ke kromosom
lainnya. Pindah silang ini terjadi ketika dua kromatid dari kromosom yang
berbeda bertukar tempat. Kromatid yang sudah tidak identik lagi dengan kromatid
saudaranya karena terjadi pindah silang
disebut dyad. Pada manusia, dua atau tiga kasus kejadian pindah silang dapat
terjadi untuk setiap pasangan kromosom.
B.
Pemilihan
kromosom secara bebas
Kalian
telah mengetahui bahwa pembelahan sel selalu diikuti pembagian kromosom pada
sel anakan yang dihasilkan. Begitu pula dengan pembelahan meiosis. Pada
metafase I, pasangan kromosom homolog terletak pada bidang metafase. Orientasi
pasangan homolog yang menghadap kutub-kutub sel bersifat acak. Setiap pasangan
mempunyai dua kemungkinan dalam penyusunan ini. Kita ambil contoh organis-me
yang mempunyai empat kromosom diploid (2n = 4). Organisme ini mempunyai 2
kromosom dalam sel gametnya. Dua kromosom ini dapat menghasilkan empat
kemungkinan sel anakan dengan kombinasi kromosom berbeda satu sama lain
Bagaimanakah dengan manusia? Manusia mempunyai 46 kromosom diploid. Ini berarti
pada sperma atau sel telur terdapat 23 kromosom haploid. Dari 23 kromosom ini
mempunyai sekitar 8 juta kemungkinan penyusunan homolog pada metafase.
Kandungan kromosom pada sel sperma atau sel telur ini akan diwariskan pada anak
keturunannya. Jadi, setiap manusia sebenarnya merupakan 1 dari 8 juta
kemungkinan pemilahan kromosom yang diwariskan oleh bapak atau ibu kandungnya.
C.
Fertilisasi
Random
Di
dalam sebuah keluarga, seorang anak mempunyai sifat yang berbeda dengan
saudara-saudaranya. Seorang anak tidak ada yang memiliki sifat yang sama persis
dengan ibu atau bapaknya. Akan tetapi, sifatnya kemungkinan besar merupakan
perpaduan sifat kedua orang tuanya. Ini jelas sangat masuk akal, sebab seorang anak
dihasilkan dari pembuahan 1 sel telur ibu oleh 1 sel sperma bapak. Sel telur
yang dibuahi sperma akan menjadi zigot sebagai cikal bakal manusia. Jadi,
genetik seorang anak sangat dipengaruhi kromosom yang terkandung dalam sel
telur atau sperma tersebut. Kalian mengetahui bahwa setiap sel kelamin (sperma
dan sel telur) yang menentukan kromosom anak merupakan 1 dari 8 juta
kemungkinan. Hal ini berarti, seorang manusia merupakan salah satu dari 64
trilyun (8 juta × 8 juta) kombinasi kromosom diploid. Dengan kata lain, kita
telah memenangkan pertandingan melawan 64 trilyun calon anak yang mungkin
dilahirkan.
8. Homeostasis
Keadaan homeostasis atau steady state, homoios
(sama), stasis, (menetap) à “tetap sama” jadi homeostasis
merupakan “keadaan yang
bisa berubah, secara relatif konstan”.
Lingkungan kehidupan sel :
·
Tidak
sama dengan lingkungan kehidupan tubuh.
·
Cairan
ekstrasel (di luar sel) berada di intersel/interstisium, mengisi ruangan di
antara sel,plasma, mengalir di pembuluh darah.
Dasar
mekanisme homeostasis :
·
Perubahan
lingkungan internal merangsang sensor
·
Respons
pembentuk mekanisme homeostasis
·
Adaptasi:
penggabungan organisme - lingkungan
Generalisasi fungsi tubuh :
·
Kategori
umum fungsi tubuh
·
Survival
(daya
bertahan hidup)
·
Homeostasis
tergantung kemampuan melaksanakan berbagai aktifitas terus-menerus
·
Fungsi
utama
ü berespons terhadap perubahan lingkungan,
ü pertukaran zat antara lingkungan dan sel
ü metabolisme makanan, dan
ü integrasi aktifitas yang sangat beragam.
·
Fungsi-fungsi
tubuh pada dasarnya adalah fungsi sel-selnya.
Pemeliharaan
homeostasis :
a. Kemampuan
sistem untuk
ü mengatur
lingkungan dalam
ü mempertahankan
kondisi konstan, stabil
b. Fungsi
bersama semua organ
a. paru-paru
b. jantung,
pembuluh, darah
c. ginjal:
[ion] konstan, pembuangan
d. pencernaan:
makanan
e. hormon,
syaraf
Sistem-sistem yang
terlibat :
·
Transportasi
·
Perolehan sumber nutrien
·
Pembuangan sisa metabolisme
·
Kontrol oleh syaraf dan hormon
·
Reproduksi
9. Benda Cair,Cairan, dan Gas Dalam Tubuh Manusia
Fluida merupakan
zat alir meliputi cairan dan gas yang menempati ruang.
Fluida
dalam tubuh manusia :
·
Dalam
pembuluh Darah
·
Dalam
bola mata
·
Dalam
ibu hamil à dalam uterus
: cairan amnion
·
Gas
à Berkaitan dengan sistem pernafasan.
PERBEDAAN ZAT CAIR DAN GAS
|
||
NO
|
ZAT CAIR
|
ZAT GAS
|
1.
|
Tekanan yang terjadi karena
adanya gaya gravitasi yang bekerja
terhadapnya
|
Tekanan yang terjadi
bersumber pada perubahan momentum yang disebabkan tumbukan molekul gas pada
dinding
|
2.
|
Molekul – molekulnya terikat
secara longgar namun tetap berdekatan
|
Molekul – molekulnya bergerak
bebas dan saling bertumbukan
|
3.
|
Tekanan yang terjadi tegak
lurus pada bidang
|
Tekanan yang terjadi tidak
tegak lurus pada bidang
|
A.
Aliran
darah dalam tubuh manusia
Darah
mengalir ke seluruh bagian tubuh secara terus – menerus untuk menyuplai oksigen
dan zat – zat nutrisi lainnya à dipompa oleh jantung.
Jumlah Volume darah yang mengalir (orang dewasa) dalam
sistem sirkulasi: 5 – 6 liter ( 4, 7 – 5,7 liter) à darah terus
mengalir dalam sistem sirkulasi tubuh tanpa henti.
Faktor – Faktor yang
Mempengaruhi Aliran Darah pada Pembuluh Darah
:
- Perbedaan
tekanan (∆P = P2 – P1)
·
Merupakan
penyebab terdorongnya darah melalui pembuluh.
Darah akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan yang
lebih rendah.
Aliran darah sebanding dengan perbedaan tekanan
- Hambatan
terhadap aliran darah sepanjang pembuluh/vascular resistance atau
tahanan pembuluh. Rumusnya:
Q
= ∆P / R ;
dimana Q: aliran darah, ∆P: Perbedaan Tekanan, R:
hambatan
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Debit pada Zat Cair
:
·
Efek Diameter Terhadap Pembuluh
·
Efek Tahanan terhadap Debit Zat Cair
·
Efek
Tekanan Terhadap Debit
·
Efek
Kekentalan terhadap Debit
10.
Listrik dan Medan Magnet Dalam
Sistem Tubuh
Kata
listrik (bahasa Yunani) yaitu electron. Listrik adalah aliran
elektron-elektron dari atom ke atom pada sebuah penghantar. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir positif ke negatif.
Kata magnet (bahasa Yunani) yaitu magnes atau magnetis
lithos yang berarti batu dari magnesia. merupakan
benda yang dapat menarik benda-benda lain di sekitarnya seperti besi, baja, dan
kobalt.
Manfaat Listrik Untuk Kesehatan :
Terapi medan listrik tegangan tinggi berfungsi:
merawat sakit kepala, sakit otot, insomnia, konstipasi
kronis, lumbago, darah tinggi, stroke, gout, asma, lemah syahwat, haid tidak
teratur, penuaan, lemah-lemah sendi dan lain-lain.
Terapi medan listrik statik lemah yang berfungsi:
Menggantikan akupuntur sebagai metode non invansif untuk
mencegah/ merawat tekanan darah tinggi, sindrom menopause, sakit gerakan, sakit
kepala, sakit gigi, sakit punggung, dismenorrhea dan masalah klinis lainnya.
Sistem Syaraf
Sistem Syaraf dibagi menjadi dua:
Sistem Syaraf
Pusat
ü Sistem Saraf Pusat: terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer.
ü Saraf perifer terdiri
dari:
§ Afferen : mengirim informasi ke otak / medula spinalis
§ Eferen : dari otak atau medula spinalis ke otot dan
kelenjar
Sistem Saraf Otonom :
Mengatur organ
dalam tubuh seperti jantung, usus dan kelenjar secara tidak sadar.
Kelistrikan Syaraf :
Kecepatan impuls serat syaraf
serat syaraf
berdiameter besar kemampuan menghantarkan impuls lebih cepat dari yang
berdiameter kecil
Serat syarat ada 2 type :
a. Bermyelin
banyak terdpt pd
manusia. suatu insulator yang kemampuan
mengaliri listrik sangat rendah. Aliran sinyal dapat meloncat dari satu simpul
ke simpul yang lain. Akson bermyelin
diameter 1 μm
kecepatan 100 m/s.
b. Tanpa myelin
Akson tanpa myelin
diameter 1 mm kecepetan 20 -50 m/s.
Sistem Saraf Bekerja
Karena adanya penghantaran impuls di sel saraf
Karena adanya penghantaran impuls di sel saraf
Proses Munculnya Impuls
Peristiwa kelistrikan di sel saraf à depolarisasi, potensial aksi & polarisasi
Hal ini terjadi karena:
Peristiwa kelistrikan di sel saraf à depolarisasi, potensial aksi & polarisasi
Hal ini terjadi karena:
ü ion – ion dalam kompartmen tubuh, terutama ion Na & K
di ekstrasel dan intrasel
ü Membran semi permeabel àterjadi pertukaran ion à potensial membran à gradien konsentrasi & muatan antara ekstrasel &
intrasel
Kelistrikan Jantung
Sel
membran otot jantung (miokardium) berbeda dengan saraf dan otot bergaris. Saraf dan otot bergaris memerlukan
rangsangan supaya ion Na+ masuk ke dalam sel àdepolarisasi
Sel
otot jantung, ion Na+ mudah bocor (tidak memerlukan rangsangan dari luar),
setelah repolarisasi komplit, ion Na+ akan masuk lagi ke dalam sel àdepolarisasi
spontan Menghasilkan gelombang depolarisasi untuk seluruh otot miokardium. Depolarisasi sel membran otot jantung
oleh perambatan potensial aksi menghasilkan kontraksi otot à
denyut jantung
Fungsi EKG (Elektrokardiogram)
·
Merupakan
standar untuk diagnosis aritmia jantung
·
Memandu
tingkatan terapi dan resiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung
akut
·
Digunakan
sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung
·
Kadang-kadang
berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (misal: Emboli paru atau
hipotermia)
·
Membantu
menemukan gangguan elektrolit (misal: Hiperkalemia dan hipokalemia)
·
Memungkinkan
penemuan abnormalitas konduksi (misal: blok cabang berkas kanan dan kiri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar